Survei tentang Sikap Masyarakat terhadap Bank Syariah

perbankan_syariahJakarta, ekonomisyariah.info **

DIREKTUR Departemen Perbankan Syariah BI, Ahmad Buchori, menyatakan bahwa tantangan tersulit perbankan syariah di Indonesia adalah mengarahkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan syariah seperti halnya menabung, meskipun jumlah penduduk Indonesia mayoritas Muslim.

Jumlah warga muslim Indonesia yang besar ini  sekaligus menjadi potensi besar pertumbuhan perbankan syariah di negara ini.

Hasil survei lapangan yang dilakukan oleh bank sentral terkait sikap masyarakat terhadap keberadaan perbankan syariah membagi masyarakat ke dalam tiga kelompok.

Pertama, yakni masyarakat kelompok yang fanatik dengan perbankan syariah. Kedua adalah masyarakat yang hanya ikut-ikutan orang lain untuk memanfaatkan bank syariah. Terakhir adalah kelompok masyarakat yang mempertimbangkan keuntungan perbankan konvensional atau syariah.

Karena alasan tersebut, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia tidak setinggi pertumbuhan perbankan konvensional. Tantangan perbankan syariah yang lain adalah masalah SDM. SDM yang ada di bank syariah kebanyakan tidak selevel dengan SDM yang ada di bank konvensional.  akan ditarik untuk bekerja di usaha syariahnya.

Salah satu contohnya apabila induk bank memiliki anak usaha syariah, maka pegawai yang ada di bank konvensional akan ditarik untuk bekerja di anak usaha syariahnya. Bisa dimungkinkan pegawai yang dipindah ke anak usaha syariah adalah pegawai yang berbeda kualitasnya dengan pegawai yang tetap berada di bank konvensional sebagai usaha yang lebih dulu ada.

Sebelumnya, data BI mengungkapkan saat ini market share perbankan syariah masih sekitar 4,81%. Masih jauh dengan proyeksi BI pada 2023 mendatang yang sebesar 15%-20%. Ahmad Buchori mengatakan masih banyak tantangan untuk mengejar proyeksi aset tersebut.

Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB) Syariah, Riawan Amin, mengungkapkan bahwa sistem perekonomian Indonesia harus segera diubah dari sistem konvensional ke sistem syariah. Pasalnya, selama Indonesia sistem ekonomi syariahnya belum dominan. Masalah lama seperti kesulitan kredit akibat suku bunga tinggi, masih akan terus berlanjut.

Dia pun mengaku kecewa terhadap Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, yang dinilai belum cukup serius menggerakkan ekonomi syariah.

“Selama kita tidak dominan syariahnya maka kita masih akan dipusingkan dengan kenaikkan atau penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Selain itu kita masih akan direpotkan dengan nilai tukar yang menguat dan melemah. Pak Agus (Martowardojo) selama ini belum cukup (menggerakkan ekonomi syariah). Belum ada action, karena kita sebagai bangsa belum cukup serius menjalani atau menjalankan syariah,” kata Riawan, sebagaimana diberitakan neraca.co.id. *agus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>